Kamis, 28 April 2011

Bola Lampu, Kalender Mekanik, dan Baterai Ternyata Telah Ditemukan Dari Zaman Pra-Sejarah

Bukti era pra-sejarah pernah sangat maju
Tahun 1900 ditemukan sebuah logam yang membatu yang berusia sekitar 2000 tahun disebuah kapal karam di pulau Antikythera Yunani, 50 tahun kemudian benda tersebut dilihat dengan sinar X dan menemukan bahwa benda tersebut merupakan sebuah alat mekanik seperti mekanik pada jam tangan, penemuan ini membuat para ahli arkeologi kebingunan, karena pada saat itu bangsa yunani tidak akan mungkin membuat benda mekanik serumit itu.

Anticythère Mechanics



Anticythère Mechanics x-ray
  Perkiraan penggunaan sbg kalender
Keberadaan mekanik pada jaman prasejarah bakal juga ditemui pada kompleks kuil dendera di Mesir, pada ruang bawah kuil tersebut terdapat pahatan dinding dua buah benda yang menyerupai bola lampu pijar, hal ini kemudian dikaitkan dengan pertanyaan, bagaimana ruang bawah yang gelap dan panas itu mendapatkan cahaya ? beberapa teori mengatakan bahwa, ruang-ruang dalam kuil tersebut menggunakan cahaya matahari yang dipantulkan dari luar berulang kali oleh cermin-cermin didalam kuil, namun teori ini dapat terbantahkan, karena sinar yang dipantulkan semakin lama semakin lemah sehingga tak bisa menerangi semua ruangan, ada juga yang mengatakan menggunakan api/obor tapi tidak ada disatu ruangpun ditemukan bahan untuk membuat api, dan tidak akan cukup oksigen yang didapatkan untuk membuat obor. Jadi, satu-satunya cara untuk menerangi ruangan dalam kuil adalah dengan bola lampu. Pertanyaannya sekarang, jika benar mereka menggunakan lampu, bagaimana mereka mendapatkan aliran listrik ? bahkan listriknya saja baru ditemukan ribuan tahun setelahnya. Satu penemuan yang mungkin dapat mendukung keberadaan bola lampu jaman prasejarah adalah penemuan baterai bagdad yang telah di uji mampu menghasilkan listrik dengan menuangkan perasan jeruk kedalam gucinya.
  bola lampu dendera


 baterai bagdad
 baterai bagdad diisi jeruk
Di kompleks kuil Teotihuacan para ahli yang mempercayai ada campur tangan alien dijaman purba menemukan penataan kompleks yang mirip dengan tata letak sama dengan posisi solar system kita, tapi bijimane mungkin designer kompleks kuil Teotihuacan mengetahui lebih dahulu system peredaran planet-planet mengitari matahari ? bukankah hal itu memerlukan penelitian ilmiah berkelanjutan selama berabad-abad ? ada yang bilang bahwaposisi kuil ini adalah sebuah kebetulan belaka, tapi jika kita melihat peninggalan sejarah ditempat lain yang bahkan lebih tua dari Teotihuacan seperti Stonehenge yang mana bila dilihat dari angkasa, lingkaran-lingkaran susunan batunya sangat menyerupai solar system kita.
  
kompleks kuil Teotihuacan
kompleks kuil Teotihuacan solar system
Stonehenge
 Stonehenge solar system
Stonehenge dari udara 
Stonehenge dari udara 2
 Pada tahun 1929 diketemukan pula sebuah peta lukisan bertanda tangan seorang Kapten bernama Piri Reis tercantum juga tahun 1513 yang juga berarti 21 tahun setelah Colombus menemukan benua Amerika, yang menakjubkan adalah, bahwa peta itu sangat akurat menggambarkan garis benua atau garis pulau bahkan dilengkapi dengan gambar sungai dan gunung, bagaimana sang creator membuatnya ? pengetahuan geografi saja mulai berkembang ratusan tahun setelahnya.
Piri reis Map
Piri reis Map dibanding peta modern 
 Bukti yang paling mendukung teori adanya campur tangan alien/teknologi modern dimasa prasejarah adalah adanya kompleks peninggalan Pumapunku di dataran tinggi Bolivia, disana logika kita tidak akan bisa menerka. Di Pumapunku ada reruntuhan struktur megalitikum yang telah dihancurkan oleh gempa bumi yang sangat dahsyat. Bloks-bloks yang runtuh di Pumapunku sangat menakjubkan, yang mana bentuk Dari blok-blok yang berserakan mempunyai potongan/bentuk yang sempurna dan memiliki ukuran yang sama dan bahkan lebih menyerupai puzle-puzel, belum ada yang tahu pasti bijimana suku Indian Aymara mengangkut batu-batu (800 ton/pcs) kesana, padahal dataran itu berada pada 4,000 meter diatas permukaan laut.
 Pumapunku
 Pumapunku blok
Kita semua tahu, bahwa untuk mendirikan sebuah bangunan seperti Pumapunku memerlukan penulisan, perencanaan, dan ide bagaimana tiap-tiap bagian pecahan memilki fungsi masing-masing dan bagaimana cara menyatukannya, tapi para ahli telah sepakat bahwa Indian Aymara tidak pernah mengenal tulisan, bagaimana mungkin mengerjakan puzle Pumapunku tanpa perencanaan.


 Pumapunku blok rekonstruksi puzel
 Dari segi Kualitas pengerjaan batu di Pumapunku sangatlah sempurna, seperti dikerjakan oleh mesin, untuk memotong dengan ukuran tertentu, membuat lubang, bahkan membuat cekungan panjang dengan ukuran sangat kecil (millimeter), dan tiap-tiap batu mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis, padahal material-material batu yang digunakan adalah batu diorite dan granit, batu diorite adalah salah satu batu yang paling keras yang hanya bisa dikalahkan oleh berlian, para arkeolog memperkirakan alat yang digunakan oleh suku Aymara mungkin memiliki mata berlian atau berbahan berlian, namun tak seorangpun arkeolog yang mampu memperkirakan atau mencoba merekonstruksi bagaimana Indian Aymara membuat blok-blok batu tersebut. Wow !!


  Lubang Pumapunku


  Pumapunku millimeter detail


 Pumapunku ukiran 1


  Pumapunku ukiran 2


 Pumapunku ukiran3
source: http://arieffanfitrov.blogspot.com/2010/05/percayakah-anda-era-prasejarah-memiliki.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar